|
|
| News |
Sepuluh Motif Batik Pekalongan Berhak Paten28 Maret 2010
Pekalongan - Sepuluh dari 96 motif batik Pekalongan, Jawa Tengah, memperoleh hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, Slamet Prihantono, di Pekalongan, Selasa mengatakan pengajuan hak paten ke Kementerian Hukum dan HAM sejak 3 November 2004, tetapi hanya sepuluh motif batik yang disetujui.
"Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang Ditjen Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM hanya meloloskan 10 motif batik," katanya.
Ia mengatakan, sebanyak 86 motif batik yang belum mendapatkan hak paten itu, karena barang kerajinan yang telah diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM tidak ditemukan penciptanya.
"Motif-motif batik tersebut sudah ada sejak dahulu. Namun, siapa yang mengawali membuat motif itu, tidak terdeteksi, sehingga tidak bisa dipatenkan," katanya.
Sejumlah motif batik yang belum mendapatkan hak paten itu, kata dia antara lain ragam hias "senokelir", "bambu runcing", "tanaman cengkehan", "jlamprang cinde wilis", "pagi sore demakan" dan "jlamprang limaran".
Ia mengatakan Disperindagkop dan UMKM Kota Pekalongan mendorong para perajin batik untuk menciptakan motif dan membuat narasi tentang makna yang terkandung dalam motif itu, karena selama ini mereka hanya berorientasi ke industri.
"Selama ini para perajin sekedar menciptakan motif hanya untuk memenuhi selera konsumen, dan tidak menggali nilai budayanya," katanya.
Menurut dia, saat ini jumlah perajin batik di Kota Pekalongan sekitar 700 orang, dan sebagian dari mereka menciptakan motif batik hanya untuk memenuhi selera konsumen.
"Sebenarnya ada bagian sejarah dan nilai kearifan lokal yang dapat dituangkan ke dalam motif batik, tetapi mereka cenderung berorientasi untuk memenuhi selera konsumen," katanya.
(baca berita selengkapnya di antaranews.com)

|
| Baca juga |
| » |
9 Mei 2012 Versace & Armani Bawa Batik Mendunia Batik semakin mendunia. Setelah muncul di London Fashion Week tahun lalu, lembaran kain bercita rasa tinggi khas nusantara ini siap menebar pesona lewat koleksi teranyar rumah mode Versace dan Armani, di Italy Fashion Week, Januari 2013.
|
| » |
9 Mei 2012 Industri batik berkembang pesat setelah pengakuan UNESCO Industri batik di Indonesia berkembang pesat setelah kain tradisional khas nusantara itu pada 2009 mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia.
|
| » |
3 Februari 2011 Mengintip Batik Tetangga : Batik Bogor yang Disukai Menteri BATIK "Bogor Tradisiku" kini sudah merambah ke luar Bogor. Bahkan, batik khas Bogor itu sudah digunakan pejabat negara.
|
| » |
3 Februari 2011 Batik Motif Irfan Bachdim Laris Manis Tak hanya menjadi bintang lapangan, penyerang Timnas, Irfan Bachdim kini juga menjadi inspirasi bagi para perajin batik Kota Malang, Jawa Timur. Pemain berdarah Belanda tersebut menjadi motif baru bagi batik, dan mulai banyak diminati masyarakat.
|
| » |
2 Juli 2010 Gebyar Batik Pikat Penduduk St Petersburg Tari Gebyar Batik garapan Paranditya Wintami dari Daerah Istimewa Yogjakarta diiringi musik "Indonesia Ethnic Ansamble" dengan Art Director Dwiki Darmawan tampil memikat masyarakat kota St Petersburg, Rusia.
|
|
Puspawati Koleksinya bagus2...kalo ada yg baru lagi kabari ya mbak...
novi trims ya sis, batik nya sudah sampe
bagus motifnya, kain nya adem, jahitan nya rapi...
klo ada sale promo kabari ya...
Dodo saya pribadi sangat berkesan dengan adanya batik ramah lingkungan ( organik). dengan warna yang alami dan seperti abadi.
lukman Lg milih2 batik kombinasi nih,
» isi testimonial
» lihat testimonial
|