|
|
| News |
Di Afsel, Nama Batik Diubah1 Juli 2010
JOHANNESBURG, KOMPAS.com — Batik memang menjadi daya tarik seluruh dunia, termasuk di Afrika Selatan. Maka dari itu, tak heran jika banyak pihak ingin mengklaim batik sebagai karya bangsa mereka.
Afsel pun sebenarnya mengakui bahwa batik berasal dari Indonesia. Namun, mereka ingin melepas bayang-bayang Indonesia itu soal batik. Oleh sebab itu, di Afsel, nama batik tak terlalu dikenal. Masyarakat lebih kenal Madiba's Shirt.
Madiba adalah nama panggilan Nelson Mandela, tokoh anti-apartheid yang sangat dihormati bangsa Afsel. Dia sering mengenakan batik di beberapa acara. Batik-batik Mandela kebanyakan dari Indonesia. Bahkan, Pemerintah Indonesia sering memberi hadiah berupa batik kepada Mandela. Bahkan, di Museum Apartheid ada keterangan bahwa Indonesia pernah memberi hadiah batik kepada Mandela.
Maka dari itu, masyarakat Afsel pun tahunya pakaian Mandela atau Madiba's Shirt. Pasalnya, mereka mengenal batik dari Mandela. Kalau tanya batik di Afsel, maka masyarakat setempat akan mengernyitkan dahi. Begitu ditanya Madiba's Shirt, mereka langsung tahu.
Menurut Kepala Indonesia Trade and Promotion Center (ITPC) yang berkantor di Johannesburg, Wawan Sudarmawan, Afrika Selatan sebenarnya adalah pasar batik yang potensial karena Mandela suka memakainya. Namun, penjualan masih terkendala.
"Perdagangan batik ke Afsel masih sebatas retail, kalau ada promosi saja. Belum ada pedagang setempat yang mau mengambil beberapa unit," kata Wawan.
Menurutnya, sentimen kulit hitam dan putih masih terasa. Orang kulit putih jarang yang mau memakai batik karena sering dipakai Mandela. Mereka anggap batik identik dengan kulit hitam.
Masyarakat setempat pun juga punya tradisi membuat batik dalam beberapa tahun terakhir. Ini terinspirasi oleh pakaian Mandela, batik kiriman Indonesia. Namun, batik Afsel tak sebagus batik Indonesia. Mereka membuatnya dengan cara cap atau sablon dan coraknya disesuaikan dengan kultur setempat.
Penjualan batik Afsel juga belum terlalu banyak. Sepanjang pengamatan Kompas.com, sering kali batik Afsel justru ditemukan di tempat-tempat wisata dan cara memasarkannya dengan menggantung batik-batik itu di pagar atau di tempat-tempat pinggir jalan. Dengan demikian, kesannya batik Afsel adalah pakaian murahan.
Seperti yang terjadi di Museum Hector Pieterson, penjual batik menggantung dagangannya di pagar orang sehingga jarang yang mau datang untuk melihat, apalagi membelinya.
Ketika ditanya itu pakaian apa, maka sang penjual akan mengatakan Madiba's Shirt, bukan batik.
Oleh Hery Prasetyo (baca berita selengkap nya di kompas.com)

|
| Baca juga |
| » |
3 Februari 2011 Mengintip Batik Tetangga : Batik Bogor yang Disukai Menteri BATIK "Bogor Tradisiku" kini sudah merambah ke luar Bogor. Bahkan, batik khas Bogor itu sudah digunakan pejabat negara.
|
| » |
3 Februari 2011 Btik Motif Irfan Bachdim Laris Manis Tak hanya menjadi bintang lapangan, penyerang Timnas, Irfan Bachdim kini juga menjadi inspirasi bagi para perajin batik Kota Malang, Jawa Timur. Pemain berdarah Belanda tersebut menjadi motif baru bagi batik, dan mulai banyak diminati masyarakat.
|
| » |
2 Juli 2010 Gebyar Batik Pikat Penduduk St Petersburg Tari Gebyar Batik garapan Paranditya Wintami dari Daerah Istimewa Yogjakarta diiringi musik "Indonesia Ethnic Ansamble" dengan Art Director Dwiki Darmawan tampil memikat masyarakat kota St Petersburg, Rusia.
|
| » |
30 Juni 2010 Batik Gonggong Dilelang Rp3,5 Juta Sehelai baju batik gonggong warna merah yang dipamerkan pada hari pertama Pekan Aksi Ekonomi Kreatif Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dilelang dengan harga Rp3,5 juta
|
| » |
21 April 2010 Mengintip Batik Tetangga : Madura yang "Ngejreng" dan Memikat Madura tidak hanya identik dengan garam atau karapan sapi. Kepulauan berpenduduk 3,6 juta jiwa itu juga memiliki kekayaan yang di wariskan turun-temurun berupa keterampilan membatik. Sebuah karya seni bercita rasa tinggi.
|
|
Puspawati Koleksinya bagus2...kalo ada yg baru lagi kabari ya mbak...
novi trims ya sis, batik nya sudah sampe
bagus motifnya, kain nya adem, jahitan nya rapi...
klo ada sale promo kabari ya...
Dodo saya pribadi sangat berkesan dengan adanya batik ramah lingkungan ( organik). dengan warna yang alami dan seperti abadi.
lukman Lg milih2 batik kombinasi nih,
» isi testimonial
» lihat testimonial
|